http://www.informasi-pendidikan.com/

Rabu, 02 November 2016

Apa Fungsi Lisosom pada Sel Hewan?

Artikel kali ini akan membahas seputaran lisosom, fungsi lisosom dan atau tepatnya membahas fungsi lisosom pada sel hewan. Langsung saja kita mulai dari pengertian dari lisosom. Lisosom merupakan suatu organel sel yang mana berupa kantong yang terikat membran dan juga berisi enzim hidrolitik yang mana dapat berfungsi untuk mengatur atau mengontrol pencernaan intraseluler pada berbagai kondisi. Nah, menurut sejarahnya, lisosom ini ditemukan oleh Christian de Duve yang pada tahun 1950. Ia juga menemukan pada semua sel yang disebut eukarotik. Di dalam organel tersebut terdapat 40 jenis enzim hidrolitik asam antara lain yaitu glikosidase, fosfolipase, nuklease, protease, lipase, sulfatase, fosfatase, dan lainnya. Segala enzim yang disebutkan itu dapat aktif pada pH 5. Jika pada tumbuhan si organel ini biasanya dikenal dengan sebutan vakuola. Vakuola ini berfungsi untuk mencerna dan juga dapat menyimpan senyawa organik yang dihasilkan oleh si tanaman. Namun, untuk lisosom sendiri hanya ada pada di sel hewan.

Beberapa Fungsi Lisosom pada Sel Hewan

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa lisosom hanya ditemukan pada sel hewan saja. Dengan begitu setelah ini akan dijelaskan mengenai fungsi lisosom pada sel hewan. Nah, lisosom sendiri mempunyai struktur yang berbentuk lumayan agak bulat yang mana dibatasi oleh membran tunggal dan juga memiliki ukuran diamter sekitar 1,5 mikron. Langsung saja kita bahas mengenai fungsi lisosom yang ada pada sel hewan antara lain yaitu:

a. Endositosis merupakan proses pemasukan makromolekul yang dari luar sel ke dalam sel melalui mekanisme endositosis. Kemudian, materi-materi itu dibawa ke vesikel kecil yang memiliki bentuk tak beraturan disebut dengan endosom awal. Materi ini akan dipilih an ada yang digunakan kembali atau dibuang ke sitoplasma, yang tidak dibawa ke endosom lanjut. Selanjutnya metari itu akan bertemu dengan enzim hirdrolitik. Pada endosom awal pH awal 6 dan mengalami penurunan menjadi pH 5 pada endosom kemudian akan terjadi proses pematangan dan membentuk lisosom. Baca: struktur kloroplas dan juga fungsi kloroplas pada sel tumbuhan.

b. Autofagi merupakan proses pembuangan dan juga degradasi bagian sel sendiri seperti halnya organel yang tak dapat berfungsi lagi. Bagian dari si retikulum endoplasma yang kasar akan menyelubungi organel dan kemudian akan membentuk yang disebut autofagosom. Autofagosom berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi. Barulah kemudian akan berkembang menjadi edosom lanjut. Proses inilah bermanfaat pada sel hati dan transformasi pada berudu yang akan berkembang menjadi katak.

c. Fagositasis merupakan proses pemasukan partikel-partikel yang memiliki ukuran besar dan mikroorganisme seperti halnya bakteri dan juga virus ke dalam sel. Membran akan membungkus partikel ataupun juga mikroorganisme serta akan membantuk fagosom. Selanjutnya si fagosom akan berfusi dengan enzim hidrolitik dari trans Golgi. Barulah kemudian berkembang menjadi lisosom atau endosom lanjut.

Setelah mengetahui fungsi lisosom pada sel hewan, kita juga penting untuk mengetahui klasifikasi lisosom. Klasifikasi lisosom terdiri dari 2 jenis yaitu lisosom primer yang mana merupakan jenis lisosom yang masih belum digunakan dalam proses pencernaan atau dalam proses hidrolisis. Lisosom sekunder yaitu jenis lisosom primer yang telah bekerja di dalam proses percenaan atau hidrolisi dan juga telah menyatu dengan membran yang disebut fagosom. Fungsi lisosom yang tidak semestinya dapat disebut abnormal.

Lisosom abnormal dapat menyebabkan berbagai macam penyakit yang fatal dan bisa membuat kelainan keturunan, seperti misalnya penyakit yang disebut Lysosomal storage diseases (LSD). Itulah seputaran pembahasan lisosom, fungsi lisosom atau khususnya fungsi lisosom pada sel hewan. Baca: Fungsi inti sel atau nukleus
Rating: 4.5