http://www.informasi-pendidikan.com/

Minggu, 03 Januari 2016

Pendiri Kerajaan Samudra Pasai

Pendiri Kerajaan Samudra Pasai - Agama masuk ke Indonesia sekitar abad ke 7 masehi, namun persebarannya tidaklah terjadi secara bersamaan. Para pedagang muslim datang ke Indonesia menuju ke berbagai daerah, hal inilah yang membuat penduduk Indonesis mulai mempelajari dan memeluk agama islam. Di daerah Sumatera, pedagang-pedagang islam singgah pertama kali di bagian pesisir Samudera, tak terkecuali Pasai.

Kehadiran agama baru ini, mendapat tanggapan positif dari masyarakat Pasai. Berbagai lapisan masyarakat pasai mulai tertari dan mempelajari agama islam, hingga akhirnya memutuskan untuk memeluk agama islam. Hal ini membuat lasan untuk mendirikan sebuah kerajaan, yang diberi nama kerajaan Samodera Pasai. Baca: Kerajaan Islam Pertama dan Tertua di Indonesia

Selama ini kita mengtahui bahwa pendiri kerajaan samudra pasai adalah Meurah Silu, namun pada kenyataanya pendiri kerajaan samudra pasai adalah seseorang bernama Nizamudin Al-Kamil, yang merupakan laksamana lautan dari Negeri Jiran pada saat kekuasaan Dinasti Fatiamah. Perlu diketahui bahwa Nizamudin Al-Kamil beraliran syiah. Pada awalnya tujuan utamanya mendirikan sebuah kerajaan di Pasai adalah untuk menguasai perdagangan pada sektor Lada, namun ia tewas saaat terjadi ekspansi di daerah sampar.

Keberadaan Nizamudin Al-Kamil merupakan perintah dari dinasti Fatimah, namun saat dinasti tersebut mengalami kerutuhan pada tahun 1284 Masehi, dinasti fatimah digantikan oleh dinasti Mamuluk. Perlu diketahui bahwa dinasti ini bermadzhab Syafi’I. Dinasti ini yang mengambil kuasa atas kerajaan Samodera Pasai, tujuannya adalah untuk menghilangkan ajaran syiah yang ada di masyarakat, tujuan lainnya adalah untuk menguasaai pasar dunia, terutama di bidang rempah-rempahnya. Maka untuk manjalankan niatnya, dua pemuka dinasti Mauluk yaitu Syekh Ismail bersama Fakir Muhammad merebut kerajaan Samodera Pasai. Setelah kerajaan Samodera Pasai jatuh ke tangan dinasti Mamuluk, Syekh Ismail menunjuk Meurah Silu menjadi raja di kerajaan Samodera Pasai setelah masuk islam pastinya. Saat menjadi raja Meurah Silu mendapatkan gelarnya yaitu Malikus Saleh.

Saat kepemimpinnan Meurah Silu kerajaan Samodera Pasai menjadi pusat perdagangan terutama di bidang rempah-rempah dan lada, kerajaan Samodera Pasir juga menjadi pusat penyebaran agama islam bermahzhab Syafi’i. Kerajaan Samodera Pasai juga kedatangan Marco Polo.

Pada mulanya raja Malik Al-Saleh merupakan penganut faham Syiah, namun atas bujukan Syekh Ismail, akhirnya raja tersebut pindah pada islah bermahzab Syafi’i. Raja Meurah Silu mmerintah di kerajaan Samodera Pasai dimulai dari tahun 1285 sampai tahun 1297 Masehi. Setelah beliau wafat, tahta kerajaan diberikan kepada putra mahkota dari raja Meurah Silu yaitu Sultan Malik Al Zahir I. Beliau memeimpin kerajaan Samodera Pasai dari tahun 1297 hingga tahun 1326 Masehi. Pada saat pemerintahan Sultan Malik Al Zahir I inilah kerajaan Samodera Pasai dapat menaklukkan kerajaan islam yang berdiri sebelumnya, yaitu Kerajaan Sultan ahmad laiku dzahir yang mendapatkan gelar Sulthan Malik Al Zahir II. Beliau memimpinn kerajaan Samodera Pasai sejak tahun 1326 Masehi hingga tahun 1348 Masehi. Baca: Kerajaan - Kerajaan Islam di Sulawesi dan Sumatera 
Rating: 4.5