http://www.informasi-pendidikan.com/

Minggu, 06 Desember 2015

Sosialisasi Primer dan Sekunder

Sosialisasi Primer dan Sekunder - sosialisasi menurut jenisnya terbagi menjadi dua, yaitu sosialisasi primer dan sosialisasi sekunder. Goffmen mengatakan bahwa kedua sosialisasi tersebut sama-sama terjadi dalam sebuah institusi total. Dimana ada tempat proses itu terjadi dan sejumlah induvidu yang melakukan kegiatan yang sama serta berada pada situasi yang sama pula.

1. Sosialisasi primer

· Horton Coley berpendapat bahwa kelompok primer memiliki ciri-ciri antara lain: setiap anggota kelompok primer memiliki keterikatan, sehingga mereka saling mengenal satu dengan yang lainnya, sosialisasi pada kelompok primer dilakukan dengan cara bertatap muka, anggota kelompok primer memiliki hubungan yang sangat dekat sehingga terjadi sosialisasi yang intim dan kekeluargaan.

· Hommans berperdapat bahwa sosialisasi primer adalah sosialisasi yang dilakukan oleh sekelompok orang yang berkomunikasi dengan intensitas yang tinggi dan langsung.

· Barger dan Luckman berpendapat bahwa sosialisasi primer merupakan sosialisasi yang pertama kali dijalankan oleh seseorang dimulai sejai ia kecil dengan mempelajari nilai-nilai serta kebiasaan yang ada di dalam keluarga secara bertahap. Sosialisasi primer berlangsung saat anak berumur 0-5 tahun, yaitu ketika anak belum memasuki dunia sekolah, sehingga anak hanya mengenal anggota keluarga dan orang terdekatnya saja.

Pada sosialisasi primer anak mulai belajar membedakan dirinya dengan anggota keluarga lain dan menempatkan dirinya menjadi bagian dari anggota keluarga tersebut. pada tahap ini keberadaan serta partisipasi anggota keluarga lainnya serta orang terdekatnya memmiliki peranan yang penting sekali, sehingga dapat membantu perkembangan dan pembentukan kepribadian anak.

2. Sosialisasi sekunder

· Horton Cooley berpendapat bahwa kelompo sekunder memiliki ciri-ciri sebagai berikut: melibatkan orang bayak, tidak memiliki hubungan yang erat, dapat dilakukan dengan orang asing, serta sosialisasi sekunder memiliki sifat yang hanya sementara.

· Jalaludin Rakhmat berpendapat serupa dengan Horton Coley yang membedakan kelompok sosialisasi sekunder kedalam beberapa karakteristik:

a. sosialisasi sekunder memiliki komunikasi yang sangat luas dan tak terbatas. Komunikasi yangdilakukan bersifat dangkal, artinya hanya menampilkan kepribadian luar yang dimiliki oleh seseorang, berbeda dengan sosialisasi primer yang memiliki sifat komunikasi yang dalam, artinya komunisai ini bersifat intim dan dapat melibatkan kepribadian seseorang yang sebenarnya.

b. Kelompok sekunder menekankan komunikasi yang berkualitas pada aspek isi komunikasi sedangkan kelompok primer menekankan pada komunikasi yang berkualitas pada aspek hubungan artinya, komunikasi dilakukan hanya untuk mempererat hubungan.

c. Sosialisasi sekunder pada umumnya merupakan komunikasi yang dilakukan secara formal, berbeda degan sosialisasi primer, yang bersifat informal.

d. Sosialisasi sekunder memiliki sifat nonpersonal, sedangkan komunikasi pada sosialisasi primer bersifat personal.

e. Komunikasi dapa sosialisasi sekunder cenderung instrumental dan logis lain halnya dengann komunikasi pada sosialisasi primer, komunikasinya cenderung ekspresif. Baca: Sosialisasi Budaya Politik dan Sekunder 
Rating: 4.5