http://www.informasi-pendidikan.com/

Selasa, 08 Desember 2015

Sosialisasi Budaya Politik dan Sekunder

Sosialisasi Budaya Politik dan Sekunder - Sosialisasi budaya politik merupakan suatu proses dalam penyerapan suatu nilai politik tertentu yang ada di dalam suatu kelompok yang diturunkan kepada individu-individu agar mengerti budaya suatu politik tertentu. Contohnya dapat seperti dilihat dalam tingkat politik pemilihan wali kota, petugas yang ditunjuk memberikan instruksi atau penjelasan kepada masyarakat agar pemilihan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Berikut pendapat beberapa pakar tentang sosialisasi budaya politik.

· Gabriel A Almond: sosialisasi budaya politik merupakan proses dalam memperoleh sikap dan pola politik tertentu yang dibentuk agar menjadi suatu identitas yang melekat pada politik tersebut. Sehingga dapat menjadi acuan yang dapat ajarkan pada generasi selanjutnya.

· Kenneth P. Langton: sosialisasi budaya politik merupakan cara yang dilakukan masyarakat dalam meneruskan suatu budaya politik.

· Hyman: sosialisasi budaya politik merupakan suatu proses belajar seseorang pada pola sosial yang berhubungan dengan posisinya dalam badan masyarakat di suatu negara.

· Fred. I Greenstein: sosialisasi budaya politik adalah penanaman nilai politik pada suatu kelompok atau individu yang dilakukan dengan sengaja oleh suatu badan politik.

· Michael Rush dan Philip Althoff: sosialisasi budaya politik adalah sebuah proses dalam memberkenalkan sebuah sistem politik pada sekolompok orang serta menentukan reaksi kelompok tersebut terhadap sistem politik yang dikenalkan.

Sosialisasi politik memiliki peran yang sangat penting dalam mempertahankan budaya politik serta meneruskannya pada generasi selanjutnya. Dengan adanya sosialisasi budaya politik yang terus-menerus dan berkelanjutan diharapkan masyarakat memiliki kesadaran politik untuk membangun dan memajukan negara.

Sosialisasi politik tidak harus dilakukan oleh ketua politik itu sendiri atau dilakukan secara langsung. Sosialisasi politik dapat dilakukan didalam keluarga, karena keluarga merupakan agen pertama yang dikenal seseorang sebelum mengenal lingkungan. Anak dapat mempelajari perihal politik melalui keluarganya. Didalam keluarga juga ada hirarki yang hampir sama dengan kedudukan politik, seorang anak harus mematuhi ayah yang dijadikan kepala keluarga serta ibu yang menjadi partner kepala keluarga, sama halnya di dalam politik, kita harus menghormati ketua politik serta wakil yang ada di dalam suatu lembaga politik. Anak juga harus melaksanakan dan menjalankan peraturan yang telah disepakat bersama, hal ini sama halnya yang ada di dalam suatu organsasi politik, peraturan yang dibuat bersama-sama akan dipatuhi bersama-sama juga. Baca: Sosialisasi Primer dan Sekunder

Serta yang pling penting adalah pilihan orang tua pada suatu partai politik akan mempengaruhi anggota keluarga lainnya, walaupun setiap orang memiliki hak memilih yang sama. Sosialisasi budaya politik juga dapat dilakukan di sekolah. Disekolah anak akan diajarkan tentang pendidikan kewarganegaraan, hal ini tak lepas dari budaya politik. Sosialisasi budaya politik uga dapat dilakukan di kelompok pergaulan, seseornag tanpa sadar dapat mengikuti kelompoknya dalam memilih suatu partai politik. sosialisasi budaya politik juga dapat dilakukan di tempat kerja, lingkungan ini hampir sama dengan pergaulan, dimana seseorang hampir menghambiskan banyak waktunya dii lingkungan kerja, sehingga secara tidak langsung dapat mempengaruhinya.

Sosialisasi sekunder merupakan proses belajar yang dilakukan oleh seseorang dalam suatu lingkungan. Sosialisasi sekunder merupakan proses sosilisasi lanjutan dari sosialisasi primer yang telah diterima oleh seseorang. Sosialisasi sekunder merupakan sosialisasi yang terjadi diluar lingkungan keluarga, yakni interaksi antara seseorang dengan orang lain yang bukan keluarganya, serta lingkungan yang bukan rumahnya. Baca: Budaya dan Sistem Politik di Indonesia 
Rating: 4.5