http://www.informasi-pendidikan.com/

Senin, 22 Desember 2014

Tips Belajar Menulis Yang Super Menyenangkan

Tips Belajar Menulis Yang Super Menyenangkan - Banyak orang yang beranggapan bahwa belajar menulis sangat sulit, membosankan, membuat pusing, dan lain sebagainya. Belajar menulis itu harus dimulai dari sejak dini,mulai dari hal yang kecil, dan mulailah dari sekarang. Belajar menulis tentu ada tahapannya, yang dimulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Perguruan Tinggi (PT). Terkait dengan tulis-menulis, setiap jenjang pendidikan tentunya ada perbedaan level kesulitannya. Belajar menulis bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan apabila dilakukan dengan cara yang benar. Sebelum berlatih menulis, Anda harus mengubah pola pikir Anda bahwa menulis tidak sulit.

Berikut tips-tips untuk Anda saat mengajari anak belajar menulis:

1. Menulislah yang bermakna

Seringkali guru atau orang tua mengajari anak didiknya asal tulis tanpa makna yang jelas, sehingga anak didik sering melupakan yang dipelajari tadi. Sebenarnya menulis adalah salah satu pembelajaran untuk berkomunikasi. Misalnya anak beri contoh menulis pesan pendek, ucapan selamat, atau daftar mainan yang dimiliki anak di rumah masing-masing. Itu juga bisa untuk pekerjaan rumah, esok harinya baru dibahas.

2. Menulis yang menyenangkan

Ketika belajar menulis, coba sambil diaplikasikan dengan permainan yang menyenangkan. Misal anak disuruh menulis “harimau” kemudian Anda mengatakan “harimau makan apa?”. Biarkan anak-anak menjawab. Misal menjawab: “kelinci”, maka Anda menyuruh anak menulisnya.

3. Menulis yang tertarget

Seringkali anak didik disuruh menulis panjang, seperti cerpen atau pengalaman pribadi minim satu halaman penuh. Dengan pola ini anak didik menjadi frustasi dulu karena terkesan banyak sekali. Misal ubahlah pola tersebut, setiap anak diberi daun hidup, mereka diharuskan menulis cerpen beberapa lembar yang harus diselesaikan beberapa hari sebelum daun itu layu. Sehingga anak didik menjadi termotivasi.

4. Menyediakan stasiun tulisan

Sebagai pengajar harus lebih kreatif, misalnya dengan menyediakan kotak atau papan mengumpulan tugas. Bagi anak didik yang menyelesaikan tepat waktu akan mendapatkan reward atau penghargaan walaupun tak seberapa nilainya.

5. Kreatif menggunakan barang unik

Misalnya anak didik diperbolehkan menulis dengan jarinya menggunakan tepung di atas nampan, membuat huruf di lantai dengan kertas-kertas bekas yang dibentuk menjadi kata atau kalimat.

6. Berilah pujian atau kritik

Apabila anak didik mampu menyelesaikan tugas menulis yang diberikan oleh Anda tepat waktu dah paling cepat, berilah pujian walau hanya dengan tepuk tangan. Begitu juga sebaliknya, apabila ada yang tidak dapat menyelesaikan tepat waktu, berilah kritik yang membangun. Misalnya: “Kamu melajar menulisnya lebih rajin lagi ya, agar dapat hadiah dari bapak/ ibu guru”.

Belajar menulis tidak harus selalu duduk, tetapi bisa juga sambil bermain. Sebagai pengajar, pandai-pandailah mengolah materi agar anak didik merasa super menyenangkan saat belajar menulis.
Rating: 4.5