http://www.informasi-pendidikan.com/

Kamis, 17 Januari 2013

Sejarah masuknya islam ke indonesia

Dalam prosesnya, sejarah masuknya islam ke Indonesia di mulai dari daerah pesisir pantai yang kemudian diteruskan ke daerah pedalaman oleh para ulama. Di Indonesia, islam merupakan salah satu agama yang telah berkembang sangat pesat. Hal ini dikarenakan penganut agam islam terbesar berada di Indonesia.

Proses masuk dan perkembangan islam ke Indonesia.

Ahmad Mansur Suryanegara dalam bukunya yang berjudul “Menemukan Sejarah”, membeberkan tiga teori (teori Gujarat, teori Makkah dan teori Persia) yang digunakan sebagai pendukung jawaban tentang waktu masuknya islam ke Indonesia, asal negaranya, dan siapa pelaku penyebaranya.

Berikut adalah teori-teori tentang sejarah masuknya islam ke indonesia:

1. Teori Gujarat
Menurut teori ini, agama islam masuk ke Indonesia pada abad 13 yang dibawa oleh seorang penyebar agama islam dari Gujarat (India).

Dasar teori:

a. peranan bangsa arab dalam penyebaran islam di Indonesia dinilai kurang, hal ini di buktikan dari kurangnya fakta-fakta yang dijelaskan.

b. Jalur dagang dari Indonesia ke india telah lama dilakukan.

c. ditemukanya batu nisan Sultan Samudra Pasai (Malik Al Saleh tahun 1297) yang bercorak khas Gujarat.

Para ahli yang mendukung teori Gujarat:
Snouck Hurgronye
WF Stutterheim
Bernard H.M. Vlekke
Para ahli ini memusatkan perhatiannya pada saat timbulnya kekuasaan politik Islam yaitu adanya kerajaan Samudra Pasai. Selain itu, Marcopolo dari Venesia (Italia) yang pernah singgah di Perlak ( Perureula) tahun 1292 menceritakan bahwa di Perlak sudah banyak penduduk yang memeluk agama Islam dan banyak pedagang Islam dari India yang juga menyebarkan ajaran Islam.

2. Teori Makkah

Teori ini berpendapat bahwa agama Islam masuk ke Indonesia pada abad ke 7 dan pembawanya berasal dari Arab (Mesir).

Dasar teori ini:

a. pada tahun 674 (abad 7) sudah terdapat perkampungan islam di pantai barat sumatera. Hal ini di perkuat dengan berita Cina yang menyebutkan bahwa pedagang arab sudah mendirikan perkampungan sejak abad ke 4 di Kanton.

b. mazhab Syafi’I merupakan aliran yang di anut oleh kerajan
samudera pasai. Mesir dan Mekkah adalah pengaruh mazhab syafi’I terbesar saat itu. Sedangkan mazhab Hanafi di anut oleh Gujarat (India).

c. Al malik adalah gelar dari Mesir yang dipakai para bangsawan dari samudera pasai.

Para ahli pendukung teori Makkah:
Hamka, Van Leur
T.W. Arnold.
Mereka menyatakan bahwa pada abad 13 sudah ada kekuasaan politik. Dengan kata lain, masuknya agama islam ke Indonesia terjadi jauh sebelumnya yaitu abad ke 7 dan di sebarkan oleh bangsa arab itu sendiri.

3. Teori Persia

Pendapat dari teori ini menyatakan bahwa masuknya agama Islam di Indonesia pada abad 13 dan pembawanya berasal dari Persia (Iran). Teori tersebut berdasarkan kesamaan budaya bangsa dengan budaya masyarakat Islam di Indonesia.

a. sebutan peringatan 10 muharram (Asyura)dari wafatnya Hasan dan cucu nabi Muhammadyang sangat di junjung oleh orang islam Iran (syiah). Ada dua sebutan Tabut/Tabuik di Sumatera Barat dan penandaan pembuatan bubur syuro di wilayah Jawa.

b. adanya Kesamaan ajaran Sufi yang dianut Syaikh Siti Jennar dengan sufi Al – Hallaj yang berasal dari Iran.

c. istilah bahasa Iran digunakan dalam sistem pengejaan huruf Arab sebagai tanda untuk bunyi Harakat.

d. makam Maulana Malik Ibrahim ditemukan pada tahun 1419 di Gresik.

e. Adanya perkampungan Leran/Leren di Giri daerah Gresik yang merupakan salah satu pendukung teori ini (Umar Amir Husen dan P.A. Hussein Jayadiningrat)

Selain teori tersebut, sejarah penyebaran agama Islam di Indonesia tidak lepas dari peranan para pedagang, ulama, raja, bangsawan atau para adipati.

Di pulau Jawa, peranan mubaliqh dan ulama tergabung dalam kelompok para wali yang dikenal dengan Walisongo, diantaranya adalah:

1.Maulana Malik Ibrahim (Syeikh Maghribi) menyebarkan agama Islam di Jawa Timur.

2. Sunan Ampel (Raden Rahmat) menyebarkan agama Islam di daerah Ampel Surabaya.

3. Sunan Bonang (Maulana Makdum Ibrahim) menyebarkan agama Islam di Bonang.

4. Sunan Drajat (Syarifuddin) menyebarkan agama Islam di daerah Gresik/Sedayu.

5. Sunan Giri (Raden Paku) menyebarkan agama Islam di Bukit Giri (Gresik).

6. Sunan (Syeikh Ja’far Shodik) menyebarkan agama Islam di daerah Kudus.

7. Sunan Kalijaga (Raden Mas Syahid atau R. Setya) menyebarkan agama Islam di daerah Demak.

8. Sunan Muria (Raden Umar Syaid) menyebarkan agama islam di daerah Gunung Muria.

9. Sunan Gunung Jati (Syarif Hidayatullah) menyebarkan agama Islam di Jawa Barat.

Sebagian masyarakat Jawa memandang para wali memiliki kesempurnaan hidup yang selalu dekat dengan Allah, sehingga para wali dikenal dengan sebutan Waliullah yang berarti orang yang dikasihi Allah.
Rating: 4.5