http://www.informasi-pendidikan.com/

Minggu, 27 Januari 2013

Macam - macam Majas dan Contohnya

Majas adalah bentuk lisan maupun tulisan yang digunakan dalam satu karangan yang bertujuan mewakili perasaan dari pengarangnya.

1. Klimak

Klimak adalah majas yang menyatakan suatu hal yang semakin meningkat kepentinganya dari kalimat sebelumnya.

Contoh : setiap anak diharapakan dapat mengabdi kepada orang tua, nusa dan bangsa.

2. Antiklimaks

Antiklimaks adalah majas yang menyatakan suatu hal yang semakin menurun kepentinganya dari kalimat sebelumnya.

Contoh : upacara bendera wajib diikuti oleh kepala sekolah, guru, dan siswa.

3. Paralelisme

Paralelisme adalah majas yang merupakan pengulangan berbentuk penegasan yang biasa terdapat dalam puisi.

Contoh : sahabat adalah kawan. sahabat adalah pelipur lara. Sahabat adalah kamu.

4. Antitesis

Antithesis adalah majas yang membandingkan dua hal yang berlawanan maknanya.

Contoh : besar kecil, pria wanita, tua muda, kaya miskin, semuanya boleh mengikuti kompetisi ini.

5. Epizeuksis

Epizeuksis adalah majas yang mengalami perulangan dalam salah satu katanya.

Contoh : Kita harus terus bergerak, bergerak, dan bergerak untuk sampai ke tujuan

6. Tautotes

Tautotes ialah majas yang berupa pengulangan kata berkali-kali dalam sebuah konstruksi.

Contoh : kau menuduh aku, aku menuduh kau, kau dan aku sama saja.

7. Anafora

Anafora adalah majas perulangan pada kata pertama di setiap baris.

Contoh : ku cari kau ke negeri sebrang

Ku cari kau karena takut kehilangan

Ku cari kau karena terlalu sayang

8. Epistrofora

Epistrofora adalah majas yang diulang katanya pada akhir baris.

Contoh : cinta yang ternodai, perasaan yang kau lukai, jiwa yang tersakiti adalah rasa yang hampir mati.

9. Simploke

Simploke adalah majas yang diulang pada beberapa kata diawal dan akhir secara berturut-turut.

Contoh : Kau bilang aku tak tahu malu, aku bilang terserah.

Kau bilang aku egois, aku bilang terserah.

Kau bilang aku jahat, aku bilang terserah.

10. Mesodiplosis

Mesodiplosis adalah majas pengulangan di tengah-tengah baris-baris secara berurutan.

Contoh : guru harus meningkatkan mutu pendidikan.

Presiden harus meningkatkan pendapatan rakyatnya.

11. Epanalepsis

Epanalepsis adalah majas pengulangan kata pertama diakhir baris.

Contoh : Kita harus mampu berjuang demi kemakmuran kita.

12. Anadiplosis

Anadiplosis adalah pengulangan kata terakhir menjadi kata pertama dalam klausa.

Contoh : Dalam hati ada ragu, dalam ragu ada bimbang, dalam bimbang ada cinta, dalam cinta ada kamu.

13. Aliterasi

Aliterasi adalah majas berupa perulangan bunyi konsonan.

Contoh : sekeras-kerasnya batu kena air lunak juga

14. Asonansi

Asonasi adalah majas yang bunyi vocalnya diulang.

Contoh : Ini dada penuh luka siapa yang punya

15. Anastrof atau Inversi

Anastrof adalah majas yang mendahulukan predikat kalimatnya daripada subjek.

Contoh : ditinggalkanlah ia tanpa tahu sanak saudaranya.

16. Apofasis atau Preterisio

Adalah gaya bahasa dimana penulis atau pengarang menegaskan sesuatu, tetapi tampaknya menyangkal.

Contoh : Saya tidak mau mengungkapkan dalam forum ini bahwa saudara telah menggelapkan ratusan juta rupiah uang negara

17. Apostrof

Apostrof adalah majas yang tampak menolak tetapi justru malah menegaskan.

Contoh : sebenarnya saya tidak mau bilang tapi anakmu sangat nakal.

18. Asindeton

Asindeton adalah majas yang menyebutkan kata dengan berurutan tanpa memakai kata penghubung.

Contoh : ayah,ibu,anak adalah satuan keluarga.

19. Polisindeton

Polisindeton adalah majas yang menyebutkan kata dengan berurutan dan memakai kata hubung.

Contoh : pembangunan gedung ini memerlukan tenaga dan modal yang sangat banyak serta waktu yang tidak sedikit.

20. Kiasmus

Kiasmus adalah majas yang berisi susunan kalimat yang berupa pengulangan sekaligus pembalikan dari dua kata dalam kalimat yang sama..

Contoh : ia membenarkan orang yang jelas salah dan menyalahkan orang yang benar.

21. Elipsis

Ellipsis adalah majas yang menghilangkan salah satu unsur kata dalam kalimat.

Contoh : mari berangkat!

22. Eufimisme

Eufimisme adalah majas pengganti kata kasar dengan yang halus agar terkesan sopan.

Contoh : tunawisma itu akhirnya meninggal.

23. Litotes

Litotes adalah majas untuk menyatakan sesuatu yang bertujuan merendahkan diri.

Contoh : singgahlah sebentar kegubukku!

24. Histeron Proteron

Histeron Proteron adalah majas kebailikan dari sesuatu yang wajar.

Contoh : Bila ia sudah berhasil mendaki tebing itu, sampailah ia di tepi danau dengan airnya yang jernih.

25. Pleonasme

Pleonasme adalah majas yang penggunaan katanya sebenarnya tidak diperlukan.

Contoh : capek mata menangis.

26. Tautologi

Tautology adalah majas yang mempunyai arti sama dengan kata sebelumnya.

Contoh : apa tujuan dan maksudmu datang kerumahku

27. Parifrasis

Parifrasis adalah majas yang berfungsi menggantikan serangkaian kata yang mempunyai arti sama.

Contoh : kelima orang itu segera meninggalkan kampung kita

28. Prolepsis atau Antisipasi

Prolepsis adalah majas yang menggunakan kalimat pendahului tetapi makna sebenarnya akan diketahui belakangan.

Contoh : rita berlari kegirangan karena akan mendapatkan piagam terbaik.

29. Erotesis atau Pertanyaan Retoris

Erotesis adalah majas pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban.

Contoh : tega kamu mengusir anakmu?

30. Silepsis dan Zeugma

Silepsis adalah majas yang menyatukan dua konstruksi rapatan dengan dua kata atau lebih. Hanya salah kata yang mempunyai arti yang sama.

Contoh : aku sudah melihat beritanya di televise dan surat kabar.

31. Koreksio atau Epanortosis

Koreksio adalah majas yang dimaksudkan untuk menegaskan sesuatu di awal namun dirubah diakhir.

Contoh : rido coba ambilkan kapur, eh maksudnya rino.


32. Hiperbola

Hiperbola adalah majas yang memberi pernyataan secara berlebih.

Contoh : dia kuat seperti superman.

33. Paradoks

Paradoks adalah majas yang mempunyai pertentangan nyata dengan fakta.

Contoh : teman itu musuh dalam selimut

34. Oksimoron

Oksimoron adalah majas yang mengandung pertentangan yang menggunakan kata-kata berlawanan dalam frasa yang sama.

Contoh : mendaki gunung memang bahaya tapi cukup menarik

35. Asosiasi atau Simile

Asosiasi adalah majas yang membandingkan satu keadaan dengan keadaan lain yang sesuai dengan yang dilukiskannya.

Contoh : Pikirannya kacau bagai benang kusut.

36. Metafora

Metafora adalah majas yang membandingkan dua hal yang tidak langsung.

Contoh : aku adalah badai dalam cerita

37. Alegori

Alegori adalah majas yang menggunakan lambang-lambang didalamnya.

Contoh : cerita kancil dan buaya (lambang fabel)

38. Parabel

Parable dalah majas yang keseluruhan karangannya terkandung pedoman hidup dan falsafah hidup yang harus ditimba di dalamnya.

Contoh : Cerita Mahabarata menceritakan bahwa kebenaran selalu menang.

39. Personifikasi

Personifikasi adalah majas yang menggunakan benda mati sebagai bentuk perumpamaan makhluk hidup.

Contoh : bunga mawar itu menjaga dirinya dengan duri.

40. Alusi

Alusi adalah majas yang secara tidak langsung menunjuk kepada tokoh , tempat atau peristiwa.

Contoh : kartini kecil itu sangat lucu.

41. Eponim

Eponim adalah majas dimana nama dari seseorang begitu sering dihubungakan dengan sifat tertentu, sehingga nama tersebut dipakai sebagai pengganti dari sifat orang tersebut.

Contoh : belajarlah yang giat, maka kau akan menjadi Einsten.

42. Epitet

Epitet adalah majas yang menyatakan suatu ciri atau sifat khusus dari seseorang atau suatu hal.

Contoh : dewi malam menyambut remaja yang sedang dimabuk cinta.

43. Sinekdoke

- Pars Pro Tato

Adalah majas yang menyebutkan sebagian suatu hal untuk menyatakan keseluruhan.

Contoh : pemain bulutangkis ganda putri dari Indonesia memboyong mendali emas untuk Indonesia.

- Totem Pro Parte

Adalah majas yang menyebutkan keseluruhan suatu hal untuk menyatakan sebagian.

Contoh : Indonesia memboyong mendali emas dalam cabang olah raga bulutangkis ganda putri.

44. Metonimia

Metonimia adalah majas yang memakai nama ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri. Contoh : Ia selalu membawa bekal ketika hendak berangkat ke sekolah.

45. Antonomasia

Antomasia dalah majas yang memakai sifat atau ciri tubuh, gelar atau jabatan seseorang sebagai pengganti nama diri.

Contoh : Pangeran tidak bisa menhadiri jamuan makan malam hari ini.

46. Hipalase

Adalah majas yang berupa pernyataan sindiran yang bermakna lain dari yang dimaksudkan.

47. Ironi

Hipalase adalah majas yang berupa pernyataan sindiran yang bermakna lain dari yang dimaksudkan.

Contoh : bagus benar nile rapor mu do, merah semua.

48. Sinisme

Sinisme adalah majas sindiran yang lebih kasar dari ironi.

Contoh : harum benar kamu pagi ini, sampai-sampai aku ingin muntah.

49. Sarkasme

Sarkasme adalah majas yang mengandung olok-olokan atau ejekan paling kasar.

Contoh : kau memang bangsat..!!

50. Satire

Satire adalah majas yang digunakan untuk menertawakan sesuatu atau menolaknya.

Contoh : Ya, Ampun! Pohon sependek ini, kau tak bisa memanjatnya!

51. Inuendo

Inuendo adalah majas sindiran dengan cara mengecilkan kenyataan yang sebenarnya.

Contoh : Ia memang cantik, hanya saja suka berbohong.

52. Antifrasis

Antifrasis adalah majas ironi yang dalam penggunaanya bermakna berbeda/sebaliknya.

Contoh : lihatlah orang tercantik didesa ini sudah datang (maksud dari kalimat ini adalah dia orang terjelek dikampungnya)

53. Pun atau Paronomasia

Paronomasia adalah majas yang mengandung kemiripan bunyi.

Contoh : karena buah penanya itu ia menjadi buah bibir teman-temanya.

54. Simbolik

Simbolik adalah majas yang menggambarkan sesuatu yang menggunakan benda-benda sebagai simbol atau lambang.

Contoh : jalan hidupnya seperti benang kusut.

55. Tropen

Tropen adalah majas yang menggunakan kiasan kata atau istilah yang dalam penggunaanya ditujukan terhadap pekerjaan yang dilakukan orang lain.

Contoh : demi membiyayai anak cucunya, ia sampai membenamkan wajahnya di lumpur.

56. Alusio

Alusio adalah majas yang menggunakan pribahasa atau ungkapan.

Contoh : setelah kepergian ayahnya, siapa yang akan menjadi tulang punggung keluarganya?

57. Interupsi

Interupsi adalah majas yang menggunakan sisipan kata dalam kalimat pokok agar makna dari kalimat yang sebelumnya dikatakan lebih jelas.

Contoh : tiba-tiba ia-istri itu disebut oleh laki-laki lain.

58. Eksklmasio

Eksklmasio adalah majas yang menggunakan kata-kata seru atau tiruan bunyi.

Contoh : Wah, biar ku belai, dengan tangan menggigil.

59. Enumerasio

Enumerasio adalah kumpulan peristiwa yang menjadi satu dan membentuk satu kesatuan, dilukiskan satu persatu agar tiap peristiwa dalam keseluruhannya tampak dengan jelas.

Contoh :

Hutan luas. Di atas permadani hijau itu tampak hamparan embun yang mengusik gairah pagi. Sinar mentari terang berlomba-lomba menerangi gelapnya dedaunan. Disana sini burung menari berkicau memamerkan kemerduanya. Semua berpadu membentuk lukisan alam yang harmonis.

60. Kontradiksio Interminis

Kontradiksio Interminis adalah majas yang menunjukan sebuah hal yang bertentangan dengan perkataan sebelumnya.

Contoh : semuanya sudah dikabari, kecuali Anton.

61. Anakronisme

Anakronisme adalah gaya bahasa yang memperlihatkan tentang adanya ketidak sesuaian uraian yang termuat dalam sebuah karya sastra yang termuat dalam sejarah, sedangkan hal yang disebutkan itu belum ada saat itu.

Contoh : didalam tulisan Cesar, William Shakespeare menuliskan “jam berbunyi tiga kali” (ini jelas kontras karena jam saat itu belum ada)

62. Okupasi

Okupasi adalah gaya bahasa bantahan atau keberatan terhadap sesuatu yang dianggap benar oleh banyak orang.

Contoh : minuman keras dapat merusak sistem kerja syaraf namun banyak orang meminumnya.

63. Resentia

Resentia adalah gaya bahasa yang menggambarkan sesuatu yang tidak bermaksud tegas pada bagian tertentu dari kalimat.

Contoh : “Apakah ayah mau….?”
Rating: 4.5